Manajemen Luka Dengan Metode TIME

Oleh : M.Aminuddin, S.Kep, Ns, ETN

Picture1
Pendahuluan
Konsep manajemen luka dibuat untuk mendapatkan hasil penyembuhan luka yang optimal baik dilihat dari kualitas integritas jaringan, waktu proses penyembuhan maupun efektifitas biaya perawatannya. Arti secara harfiah manajemen adalah Ilmu dan seni dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sesuatu untuk mencapai tujuan sedangkan luka merupakan suatu gangguan yang tidak terbatas hanya pada kerusakan kulit tetapi berupa gangguan pada aspek biologis, psikologis, sosial dan spritual yang ikut berubah. Terdapat banyak konsep tentang manajemen luka, salah satunya konsep “TIME” yang diperkenalkan oleh Dr. Vincent Falanga tahun 2004.

Konsep TIME
T : Tissue Management
I : Inflammation and Infection control.
M : Moisture balance.
E : epithelial (edge) advancement.

TISSUE Management
Manajemen jaringan luka dengan cara menghilangkan jaringan Nekrotik dan Slough agar dasar luka dapat jelas terlihat sehingga memudahkan dalam penentuan jenis balutan yang paling tepat. Manajemen Jaringan dapat dilakukan melalui :
1. Autolytic Debridement.
Menghilangkan jaringan nekrotik secara automatis tanpa memberikan kerusakan pada jaringan yang sehat.
2. Biosurgery/Biologycal atau larval therapy.
Mengatasi jaringan mati dengan bantuan makhluk hidup contohnya Magot (larva pemakan jaringan mati)
3. Enzymatik debridement.
Menggunakan enzim
4. Mechanical debridement.
Tekhnik debridement secara mekanik, ex. Swabbing dengan Kassa
5. Surgical debridement.
Debridement yang dilakukan di ruang operasi.
Diantara kelima cara manajemen jaringan di atas, yang terbaik adalah autolytic debridement hanya saja memerlukan waktu yang lama.
magot
Inflammation & Infection Control
Faktor lain yang dapat menghambat penyembuhan luka adalah Inflamasi dan infeksi, sehingga perlu dilakukan pengkajian apakah luka mengalami infeksi atau tidak, bila terjadi infeksi maka infeksi harus di atasi dengan menggunakan balutan yang dapat mengatasi infeksi sedangkan luka yg tidak infeksi, luka perlu di cegah agar tidak terjadi infeksi. Selain itu perlu di perhatikan pula waktu inflamasi, inflamasi yang memanjang tanda dini adanya hambatan penyembuhan.

MOISTURE Balance
Langkah selanjutnya adalah menjaga Keseimbangan kelembaban Luka dengan cara menggunalan balutan dengan daya serap tinggi untuk luka hiper eksudat, atau lakukan pengompresan untuk luka yang kering sehingga didapatkan keseimbangan kelembaban

Epithelial edge
Manajemen luka yang sering terlupakan adalah tepi luka. Tepi luka yang keras dan kering akan menghambat proses epitelisasi dalam penyembuhan luka. Sehingga tepi luka harus disiapkan sejak dini. Luka yang sehat ditandai dengan adanya epitelisasi pada tepi luka, bila dalam 2-4 minggu tidak ada kemajuan tepi luka lakukan reassessment epithelial edge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: